Tentang Muruah ( Tanya AI )
bismillah.
apa itu Muruah ?
Secara etimologi, muruah (atau sering ditulis muru’ah) berasal dari bahasa Arab yang berarti "kejantanan" atau "kemanusiaan." Namun, dalam konteks etika dan agama Islam, maknanya jauh lebih dalam.
Secara sederhana, muruah adalah upaya menjaga kehormatan diri, harga diri, dan martabat dengan cara berperilaku baik serta menjauhi hal-hal yang dapat merendahkan citra diri.
Berikut adalah beberapa aspek penting untuk memahami muruah:
1. Definisi menurut Para Ulama
Para ulama mendefinisikan muruah sebagai perilaku seseorang yang selalu berpegang teguh pada adat istiadat yang baik dan etika agama.
Imam Mawardi: Menggambarkan muruah sebagai menjauhi segala hal yang buruk dan melakukan hal-hal yang menghiasi diri dengan kebaikan.
Intinya: Melakukan apa yang pantas dilakukan oleh orang yang berakal dan beradab, serta meninggalkan apa yang memalukan meskipun secara hukum mungkin tidak dilarang (makruh).
2. Tiga Pilar Muruah
Muruah tidak hanya berlaku saat di depan orang lain, tetapi juga saat sendirian.
Muruah terhadap Diri Sendiri: Menjaga kebersihan tubuh, berpakaian sopan, dan memiliki rasa malu pada diri sendiri meski tidak ada yang melihat.
Muruah terhadap Sesama Manusia: Bersikap rendah hati, tidak sombong, suka menolong, dan menjaga lisan dari kata-kata kasar.
Muruah terhadap Allah SWT: Menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya karena merasa malu jika dilihat oleh Pencipta saat berbuat maksiat.
3. Contoh Tindakan yang Menjaga Muruah
Muruah sangat dipengaruhi oleh adat (tradisi) setempat. Sesuatu yang dianggap tidak pantas di suatu tempat bisa jadi berbeda di tempat lain. Contoh umum meliputi:
Tidak makan sambil berjalan di tempat umum.
Berpakaian rapi dan sopan sesuai tempatnya.
Tidak membicarakan aib orang lain atau diri sendiri.
Menjaga lisan dari perkataan kotor atau candaan yang berlebihan.
4. Mengapa Muruah itu Penting?
Dalam sejarah Islam, muruah berkaitan erat dengan kredibilitas. Seorang perawi hadis atau saksi dalam pengadilan bisa ditolak kesaksiannya jika ia dianggap "kehilangan muruah" (misalnya sering melakukan hal konyol yang merendahkan martabatnya di depan umum).
Singkatnya: Muruah adalah benteng moral yang membuat seseorang tetap terhormat, disegani, dan memiliki integritas dalam pandangan manusia maupun Tuhan.
Komentar
Posting Komentar