Nasihat Hasan Al-Bashri.
bismillah.
✨ Nasihat Utama Hasan Al-Bashri
1. Hakikat Dunia dan Akhirat
"Wahai anak Adam, juallah duniamu untuk akhiratmu, niscaya kamu untung di keduanya, dan janganlah kamu jual akhiratmu untuk duniamu, karena kamu akan rugi di keduanya. Singgah di dunia ini sebentar, sedangkan tinggal di akhirat sana sangatlah panjan
g." "Jadikan dunia sebagai kendaraanmu! Jika engkau dapat menunggangi (mengendalikannya), maka engkau akan selamat. Namun, jika engkau yang ditungganginya, maka dunia itu yang akan membinasakanmu."
"Sesungguhnya dunia adalah rumah persinggahan dan perpindahan bukan rumah tinggal selamanya."
2. Pentingnya Waktu dan Amal
"Wahai anak Adam. Sesungguhnya engkau adalah kumpulan perjalanan hari. Setiap hari berlalu maka hilanglah sebagian dari dirimu."
"Allah tidak menjadikan batas akhir beramal bagi seorang mukmin kecuali kematian." (Ini menekankan pentingnya konsistensi/istiqamah dalam beramal).
"Salah satu tanda bahwa Allah mulai berpaling dari seorang hamba adalah tatkala dijadikan dia tersibukkan dalam hal-hal yang tidak penting bagi dirinya."
3. Taqwa, Iman, dan Muhasabah Diri
"Seorang mukmin memadukan antara berbuat ihsan/kebaikan dengan merasa takut (kepada Allah). Adapun orang kafir memadukan antara berbuat jelek/dosa dan merasa aman."
"Barangsiapa yang tidak khawatir tertimpa kemunafikan maka dia adalah orang munafik."
"Aku tahu rezekiku tidak mungkin tertukar dengan rezeki orang lain, karenanya hatiku tenang."
"Aku tahu amal-amalku tidak bisa digantikan oleh orang lain, maka kusibukkan diriku bekerja dan beramal."
"Aku tahu Allah selalu melihatku, karenanya aku malu bila Allah mendapatiku melakukan maksiat."
4. Akhlak dan Lisan
"Siapa yang memiliki empat hal ini, maka Allah akan melindunginya dari godaan setan dan menyelamatkannya dari neraka: yaitu tetap menjaga diri (sesuai aturan agama) di saat: ketakutan, sangat berambisi, marah, dan syahwat."
"Wahai saudaraku, tahanlah ucapanmu. Tidak ada yang paling layak buat dikekang melebihi ucapan."
"Orang yang akhlaknya buruk, akan tersiksa jiwanya. Orang yang hartanya menggunung, maka banyak kesalahannya. Dan orang yang banyak bicaranya, bakal banyak salahnya."
Beliau seringkali memulai nasihatnya dengan kerendahan hati:
"Wahai manusia, sesungguhnya aku tengah menasihati kalian, bukan berarti aku orang yang terbaik di antara kalian, bukan pula orang yang paling shalih di antara kalian. Sungguh, aku pun telah banyak melampaui batas terhadap diriku. Bertaqwalah kalian semua kepada ALLAH 'Azza wa Jalla dengan seb
enar-benarnya taqwa dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim."
Komentar
Posting Komentar