Opini
bismillah.
smua berawal dari pemikiran,
jika semua bagian rumah terbakar,
dan aq adl bagian dari struktur bangunan itu
sebut saja 'tiang penyangga'
ap yg sebaikny q lakukan ?
sebaikny aq tetap memegang bagian q
sekuat-kuatnya.
dan apabila hanya aq yg tersisa.
mmg itu yg bs q lakukan.,
aq akan legowo menerimany.
setidakny tiang itu masih berdiri kokoh.
penanda kuatny mempertahankan
bagian terkecilny.
bagi q hari ini,
aq harus tetap menjalankan tugas, wewenang
dan tanggung jawab q - sesuai kapasitas q
dalam konteks internal, eksternal
dan transcedental
ketahui koordinat q dengan baik,
shg terukur dan tdk melampau batas.
//====================================//
konteks berpikir berikutny adl
ttg ketidakmampuan bangsa ini dlm bersaing secara global
dlm konteks-konteks kemajuan dibidang space-exploration,
renewable energy, dan quatum technology.
All the things about the beauty of future.
kita masih berkutat dg narasi dan emosi.
minim penggunaan akal sehat dan budi pekerti.
qta hanya sebagai reremahan dan penggembira
diatas 'konten kekinian' yg d release negara lain.
entah itu sosmed, AI, kereta cepat dlsb.
qta hany membeli nominal ny.
bukan 'value'-ny.
value bs berarti pengetahuanny, keilmuanny,
risetny, terobosanny dan bentuk-bentuk kemajuan lainny.
qta indonesia, jg gagal menentukan konteks.
dlm bernegara, berbangsa, berbudaya, dan berkehidupan
gagal menentukan domain dan konteks.
konteks ini untuk pribadi atau kepentingan yg lebih luas.
egois atau berpihak kepentingan yg lebih besar.
gagal konten dan gagal konteks.
hilang makna berkehidupan
bagi q setidakny 1 diatara 2.
jika tidak bs mengisi konten,
aq akan berarah konteks.
jangan tidak 1 pun diantarany.
-menyedihkan-
hanya Opini.
Komentar
Posting Komentar